Hidup di hunian sementara rumah kost memang harus memilik cara yang kreatif untuk antisipasi kesulitan. Apalagi kost yang kamu sewa memiliki banyak penghuni. Tentu kamu harus beradaptasi dengan kebiasaan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda. Saling menghargai kepentingan adalah kunci kenyamanan tinggal di kost. Sebisa mungkin hindari konflik antar sesama penghuni.
Hal yang sepertinya sepele jika tidak diantisipasi dapat memicu konflik antar penghuni. Misalnya masalah tamu yang bertamu di kost yang disewa. Untuk keamanan biasanya kost memang dibuat satu pintu masuk/keluar, nah saat ada tamu yang mencari seorang penghuni kost tentu akan mengetuk pintu atau membunyikan bel di depan rumah kost. Nah kalo ada kejadian begini siapa yang akan membukakan pintu dan mempersilahkan masuk? Tentunya penghuni yang terdekat dengan pintu utama bukan. Yah, kalo sekali kali membukakan pintu utama untuk tamu meski bukan tamu dia gak apa2. Lah kalo berkali2 pasti bikin capek dan bete karena terganggu.
Untuk mengatasi hal ini ada jurus yang bisa kamu manfaatkan agar dapat saling menjaga keharmonisan penghuni kost dalam hal menerima tamu. Yaitu manfaatkan bel rumah. Kalo gak ada minta aja ke pengelola kost. Lalu buatlah keterangan khusus tamu yang dapat membantu mereka menemui penghuni kos. Keterangan apa yang perlu ditulis? Keterangan cara membunyikan kentongan di pos ronda. Di setiap pos ronda pasti ada papan tulisan macam-macam bunyi kentongan. Misalnya:
* kentongan dipukul berulang-ulang dengan pola 1, 1, 1.. (satu kali berulang ulang) atau dalam bahasa jawa disebut titir, menandakan adanya orang yang meninggal dunia atau berita lelayu
*Kentongan dipukul 2, 2, 2.. (dau kali berulang-ulang) pertanda ada pencuri
*Kentongan dipukul 3, 3, 3... (tiga kali berulang-ulang) adalah pertanda adanya kebakaran
*Kentongan dipukul 4, 4, 4... (empat kali berulang-ulang) pertanda ada banjir
*Kentongan dipukul 5, 5, 5... (lima kali berulang) pertanda ada hewan ternak hilang
*Kentongan dipukul 6, 6, 6... (enam kali berulang) pertanda aman
Nah dengan pola inilah cara yang bisa kamu ambil untuk mengatasi masalah kunjungan tamu. Kamu tinggal ganti kondisi keamanan dengan nama -nama penghuni kos. Misalnya bel pencet 1x artinya mencari Bambang, bel pencet 2x artinya mencari Agus, dan seterusnya sampai semua penghuni tercatat. Lalu tempelkan saja di depan biar tamu membaca dan mengerti cara berkunjung.